Tampilkan postingan dengan label Endokrin dan Metabolisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Endokrin dan Metabolisme. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Februari 2013

Kelainan Adrenal

Gambar 1. HPA axis

Hipotiroid


Hipertiroid

Tirotoksikosis adalah sindroma klinis yang terjadi akibat hormon tiroid : tiroksin atau triiodotironin yang beredar berlebihan, berbeda dengan hipertiroidisme yang merupakan akibat berlebihnya sintesa dan pelepasan hormon tiroid oleh kelenjar tiroid. Penyebab utama tirotoksikosis adalah hipertiroidisme yang disebabkan oleh penyakit Grave, struma toksik multinodular dan adenoma toksik. Penyebab lainnya dapat dilihat pada tabel 1.

Anatomi dan Fisiologi Tiroid

Kelenjar tiroid terletak di leher, anterior trakea, di antara kartilago krikoid dan lekukan suprasternal. Tiroid terdiri dari 2 lobus yang dihubungkan dengan ismus. Ukuran normal 12-20 gram, dengan vaskularisasi yang banyak, dan konsistensi nya lunak. Kelenjar paratiroid yang menghasilkan hormon paratiroid terletak di posterior setiap sudut tiroid. Saraf laringeal rekuren melintang pada tepi lateral kelenjar tiroid dan harus dideteksi selama operasi kelenjar tiroid untuk mencegah paralisis pita suara.

Gambar 1. Anatomi Thyroid

Selasa, 19 Februari 2013

Penyakit Penyerta DM dan Tatalaksananya

Dislipidemia pada Diabetes 
· Dislipidemia pada penyandang diabetes lebih meningkatkan risiko timbulnya penyakit kardiovaskular. 
· Perlu pemeriksaan profil lipid pada saat diagnosis diabetes ditegakkan. 

Pada pasien dewasa pemeriksaan profil lipid sedikitnya dilakukan 6 bulan sekali dan bila dianggap perlu dapat dilakukan lebih sering. Sedangkan pada pasien yang pemeriksaan profil lipid menunjukkan hasil yang baik (LDL<100mg/dL; HDL>50 mg/dL (laki-laki >40 mg/dL, wanita >50 mg/dL); trigliserid <150 mg/dL), pemeriksaan profil lipid dapat dilakukan setahun sekali. Gambaran dislipidemia yang sering didapatkan pada penyandang diabetes adalah peningkatan kadar trigliserida, dan penurunan kadar kolesterol HDL, sedangkan kadar kolesterol LDL normal atau sedikit meningkat. 

Minggu, 17 Februari 2013

Penatalaksanaan DM tipe 1

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang mengganggu metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein akibat kurangnya insulin. Pada DM 1, terjadi defisiensi absolut insulin karena destruksi sel-sel beta panreas. DM tipe 1 paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi bisa juga terjadi pada usia dewasa, terutama pada usia akhir 30 dan awal 40. Tidak seperti DM tipe 2, DM tipe 1 umumnya tidak gemuk dan sering dengan manifestasi awal sebagai ketoasidosis diabetik (KAD).

Penatalaksanaan DM tipe 2

Pendahuluan
Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan diabetes dengan onset usia dewasa. Saat ini, karena kecenderungan gaya hidup yang semakin tidak sehat, sehingga epidemi obesitas dan inaktivitas pada usia kanak-kanak, maka DM tipe 2 sudah memiliki kecenderungan terjadi pada usia lebih muda. Diabetes tipe 2 memiliki ciri khas resistensi insulin perifer dengan defek sekresi insulin yang bervariasi derajat beratnya.

Karakteristik DM tipe 2 adalah resistensi insulin perifer disertai adanya defek sekresi insulin yang bervariasi beratnya. Untuk berkembang menjadi DM tipe 2, kedua defek ini harus ada. Semua individu dengan berat badan berlebih, sudah mengalami resistensi insulin, tetapi hanya mereka yang sel betanya tidak mampu meningkatkan produksi insulin saja yang akan menjadi DM.

Pendekatan Diagnosis Short Stature

Pendahuluan
Short stature adalah anak dengan tinggi badan 2 standar deviasi atau kurang dari rata-rata tinggi anak sesuai jenis kelamin, usia kronologis, dan ras etnik . Daripada mengukur tinggi badan pada suatu waktu, lebih baik mengukur pola pertumbuhan dalam suatu periode waktu di mana dapat ditemukan keterlambatan pertumbuhan yang mengalami deviasi secara progresif dari pola pertumbuhan sebelumnya. Pengukuran tinggi badan harus dilakukan dengan peralatan yang tepat, dan hasil pengukuran ini, bersamaan dengan hasil pengukuran berat badan serta lingkar kepala, dinilai menggunakan kurva pertumbuhan yang tepat.

Patogenesis DM

Pendahuluan 
Diabetes melitus merupakan sekumpulan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemi, yang terjadi akibat kerusakan pada sekresi insulin, aksi insulin atau keduanya. WHO sebelumnya telah merumuskan bahwa diabetes melitus merupakan sesuatu yang tidak dapat dituangkan dalam satu jawaban yang jelas dan singkat, tetapi secara umum dapat dikatakan sebagai suatu kumpulan problema anatomik dan kimiawi akibat dari sejumlah faktor dimana didapatkan defesiensi insulin absolut atau relatif dan gangguan fungsi insulin. Penyakit diabetes melitus saat ini dianggap sebagai ancaman terbesar dalam kesehatan di abad ke-21, dimana dalam dua dekade terakhir telah terjadi ledakan peningkatan jumlah penderita diabetes melitus di seluruh dunia. Diperkirakan jumlah penderita diabetes melitus di seluruh dunia akan meningkat dari 150 juta di tahun 2000, menjadi 220 juta di tahun 2010, dan mencapai 300 juta di tahun 2025. Menurut WHO (2004) di Indonesia pada tahun 2004, ada 8,4 juta penderita diabetes melitus, diperkirakan pada tahun 2030 akan meningkat menjadi 21,2 juta penderita. Peningkatan jumlah penderita diabetes ini, akan diikuti oleh makin meningkatnya komplikasi yang terjadi, akan menurunkan hidup penderitanya, dan akan semakin meningkatkan biaya untuk menjaga kesehatan penderitanya. Diabetes merupakan penyakit yang secara teori dapat dicegah,dalam makalah ini akan dibahas terutama mengenai patogenesis diabetes melitus sehingga diharapkan dengan memahami patogenesis diabetes melitus tipe 1, tipe 2 maupun tipe lain kita akan dapat mencegah terjadinya penyakit ini lebih lanjut maupun dapat mencegah komplikasi-komplikasi yang mungkin akan terjadi.